Senin, 29 April 2013

06.Organisasi Sosial

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Hakekat Lembaga Sosial Keberadaan lembaga sosial tidak lepas dari adanya nilai dan norma dalam masyarakat. Di mana nilai merupakan sesuatu yang baik, dicita- citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Oleh karenanya, untuk mewujudkan nilai sosial, masyarakat menciptakan aturan-aturan yang tegas yang disebut norma sosial. Nilai dan norma inilah yang membatasi setiap perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Sekumpulan norma akan membentuk suatu sistem norma. Inilah awalnya lembaga sosial terbentuk. Sekumpulan nilai dan norma yang telah mengalami proses institutionalization menghasilkan lembaga sosial. Proses terbentuknya Lembaga Sosial Para ilmuan sosial hingga saat ini masih berdiskusi tentang penggunaan istilah yang berhubugnan dengan ”seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya”. Istilah untuk menyebutkan seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya itu, terdapat dua istilah yang digunakan, yaitu ”social institution” dan ”lembaga kemasyarakatan”. Mana yang benar? Tentu semunya tidak ada yang salah, semuanya benar. Hanya saja ada perbedaan penekanannya. Mereka yang menggunakan istilah ”social institution” pada umumnya adalah para antropolog, dengan menekankan sistem nilai-nya. Sedangkan pada sosiolog, pada umumnya menggunakan istilah lembaga kemasyarakatan atau yang dikenal dengan istilah lembaga sosial, dengan menekankan sistem norma yang memiliki bentuk dan sekaligus abstrak. Pada tulisan ini, akan digunakan istilah lembaga sosial dengan tujuan untuk mempermudah tingkat pemahaman dan sekaligus merujuk pada kurikulum sosiologi yang berlaku saat ini. Pada awalnya lembaga sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakatan. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan , kemudian timbul aturan-aturan yang disebut dengan norma kemasyarakatan. Lembaga sosial sering juga dikatakan sebagai sebagai Pranata sosial. Suatu norma tertentu dikatakan telah melembaga apabila norma tersebut : 1. Diketahui 2. Dipahami dan dimengerti 3. Ditaati 4. Dihargai Lembaga sosial merupakan tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam sebuah wadah yang disebut dengan Asosiasi. Lembaga dengan Asosiasi memiliki hubungan yang sangat erat. Namun memiliki pengartian yang berbeda. Lembaga yangg tidak mempunyai anggota tetap mempunyai pengikut dalam suatu kelompok yang disebut asosiasi. Asosiasi merupakan perwujudan dari lembaga sosial. Asosiasi memiliki seperangkat aturan, tatatertib, anggota dan tujuan yang jelas. Dengan kata lain Asosiasi memiliki wujud kongkret, sementara Lembaga berwujud abstrak. Istilah lembaga sosial oleh Soerjono Soekanto disebut juga lembaga kemasyarakatan. Istilah lembaga kemasyarakatan merupakan istilah asing social institution. Akan tetapi, ada yang mempergunakan istilah pranata sosial untuk menerjemahkan social institution. Hal ini dikarenakan social institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku para anggota masyarakat. Sebagaimana Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas- aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Istilah lain adalah bangunan sosial, terjemahan dari kata sozialegebilde (bahasa Jerman) yang menggambarkan bentuk dan susunan institusi tersebut. Namun, pembahasan ini tidak mem- persoalkan makna dan arti istilah-istilah tersebut. Dalam hal ini lebih mengarah pada lembaga kemasyarakatan atau lembaga sosial, karena pengertian lembaga lebih menunjuk pada suatu bentuk sekaligus juga mengandung pengertian yang abstrak tentang adanya norma-norma dalam lembaga tersebut. Menurut Robert Mac Iver dan Charles H. Page, mengartikan lembaga kemasyarakatan sebagai tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam suatu kelompok masyarakat. Sedangkan Leopold von Wiese dan Howard Becker melihat lembaga dari sudut fungsinya. Menurut mereka, lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai suatu jaringan dari proses- proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan tersebut serta pola- polanya, sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan sekelompoknya. Selain itu, seorang sosiolog yang bernama Summer melihat lembaga kemasyarakatan dari sudut kebudayaan. Summer meng- artikan lembaga kemasyarakatan sebagai perbuatan, cita-cita, dan sikap perlengkapan kebudayaan, yang mempunyai sifat kekal serta yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Oleh karenanya, keberadaan lembaga sosial mempunyai fungsi bagi kehidupan sosial. Fungsi-fungsi tersebut antara lain: a. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok. b. Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan. c. Memberi pegangan kepada anggota masyarakat untuk mengadakan pengawasan terhadap tingkah laku para anggotanya. Dengan demikian, lembaga sosial merupakan serangkaian tata cara dan prosedur yang dibuat untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, lembaga sosial terdapat dalam setiap masyarakat baik masyarakat sederhana maupun masyarakat modern. Hal ini disebabkan setiap masyarakat menginginkan keteraturan hidup. Ciri-ciri organisasi sosial Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya. 2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut. 3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”. 4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu. Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah: 1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya. 2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya. 3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama. Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi. Alasan berorganisasi Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi: a. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi. b. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: 1) Dapat memperbesar kemampuannya 2) Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi. 3) Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun. Organisasi di Masyarakat Organisasi akan selalu muncul dalam sebuah kegiatan yang dilakukan secara berkelompok. Karena dengan organisasi akan lebih mudah untuk mengatasi segala persoalan dan tujuan yang hendak dicapai lebih mudah. Kamu bisa mengenal macam-macam organisasi dari sudut pandang yang berbeda-beda. Bisa kamu lihat dari bagaimana organisasi itu dibentuk, apa tujuan organisasi itu dibentuk, bagaimana hubungannya dengan pemerintah. Berikut ini adalah macam-macam organisasi di masyarakat : 1. Berdasarkan Proses Pembentukan a. Organisasi Formal Organisasi formal adalah organisasi yang dibentuk secara sadar dan dengan tujuan-tujuan tertentu yang disadari pula dan diatur dengan ketentuan-ketentuan yang formal. b. Organisasi Informal Organisasi Informal adalah organisasi yang dibentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuan-tujuannya juga tidak begitu jelas. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) juga tidak jelas. Hubungan yang terjalin juga sifatnya pribadi dan sifatnya tidak formal. Kebanyakan organisasi informal ini terbentuk dalam organisasi formal, yang anggotanya terdiri atas karyawan yang ada pada lembaga tersebut. Mereka secara pribadi ingin mengadakan kegiatan tertentu secara bersama-sama yang harus diorganisir. Contoh organisasi informal, misalnya organisasi kesenian karyawan. Setiap karyawan mempunyai keinginan untuk mengembangkan bakat di bidang kesenian. Dari masing-masing pribadi berkumpul untuk membentuk kegiatan kesenian, bisa juga arisan karyawan, dan lain-lain. 2. Berdasarkan Tujuannya a. Organisasi Sosial Organisasi sosial adalah organisasi yang mempunyai tujuan sosial. Organisasi semacam ini tidak berharap keuntungan dalam bentuk materi. Tujuan utama organisasi ini untuk melayani kepentingan masyarakat, tanpa menghitung untung rugi. Organisasi semacam ini banyak muncul di tengah-tengah masyarakat. Mereka yang mendirikan organisasi semacam ini biasanya mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Orang-orang yang mempunyai kepedulian terhadap kondisi masyarakatnya. Contoh organisasi sosial adalah organisasi dalam bentuk yayasan penyandang cacat, panti asuhan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan lain-lain. b. Organisasi Bisnis Organisasi yang tujuannya mendapatkan keuntungan. Organisasi bisnis semacam ini dikelola oleh perusahaan perseorangan dan ada pula yang berupa perusahaan milik bersama. Kegiatan semacam ini bisa berupa perusahaan produksi, perdagangan, maupun jasa. 3. Berdasarkan hubungannya dengan pemerintah a. Organisasi Resmi Organisasi resmi adalah organisasi yang terdaftar di lembaga pemerintahan. Organisasi ini bisa langsung dibentuk oleh pemerintah atau berhubungan dengan pemerintahan. Organisasi yang langsung dibentuk oleh pemerintahan karena segala aturan dan pelaksanaanya diatur langsung oleh pemerintah. Tetapi tidak dibentuk oleh pemerintahan. Kegiatan ini memiliki hubungan yang erat untuk membantu kelancaran dan pelaksanaan dalam kegiatan pemerintahan. Organisasi resmi yang dibentuk oleh pemerintah misalnya organisasi di Departemen Pendidikan, Departemen Agama, dan lain-lain. Organisasi yang terdaftar di pemerintah, tetapi tidak dibentuk oleh pemerintah, misalnya Muhammadiyah, NU, dan lain-lain. Organisasi ini pelaksanaannya tidak diatur oleh pemerintah, tetapi diatur sendiri. Hanya saja, keberadaanya banyak membantu dalam kegiatan pemerintahan. b. Organisasi Tidak Resmi Organisasi tidak resmi adalah organisasi yang tidak ada hubungannya dengan pemerintahan dan tidak terdaftar di pemerintahan. Organisasi ini hanya semacam organisasi biasa untuk pengembangan suatu bakat tertentu sehingga keberadaanya tidak harus izin atau tidak perlu untuk didaftar di pemerintahan. Peranan Organisasi dalam masyarakat Suatu organisasi mempunyai arti penting dalam masyrakat , karena organisasi dapat membantu/mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam lingkungan dan kehidupannya, organisasi bisa sebagai pendukung proses sosialisasi yang berjalan di sebuah lingkungan bermasyrakat ,yang paling utama organisasi merupakan tempat /wadah aspirasi dari seklompok individu yang berbeda beda contohnya adalah komunitas pecinta bus ,yaitu bismania community ,komunitas ini merupakan seuatu wadah tempat berkumpul ,sharing ,para penggemar bus dari seluruh penjuru indonesia .organisasi juga bisa dapat digunakan sebagai tempat pengontrolan /pengawasn terhadap kebijakan kebijakan dan kerja dari sebuah pemerintahan yang sedang berjalan .atau bisa disebut organisasi berbasis politik .organisasi bisa menjadi penyokong dalam suatu pemerintahan . Maka dari itu , banyak yang bisa kita dapatkan dari sebuah organisasi. Kita dapat menuangkan ide positif , aspirasi kita ,dan dengan organisasi kita bisa mendpatkan arti pentingnya kebersamaan dalam mencapai sebuah tujuan bersama .

Kamis, 25 April 2013

05.Organisasi

05.Organisasi Tipe atau Bentuk Organisasi 1.TIPE-TIPE ORGANISASI Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna. 2.ORGANISASI FORMAL Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9). 3.ORGANISASI INFORMAL Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks: A.Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu. B.Organisasi Sekunder, Organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya. 4.TIPE ORGANISASI BERDASARKAN SASARAN POKOK MEREKA Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya menurut J Winardi adalah: a.Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis. b.Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu. c.Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations) d.Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations) e.Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations) f.Organisasi-organisasi sosial (social organizations) g.BENTUK-BENTUK ORGANISASI 5.ORGANISASI POLITIK Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut. Organisasi politik dapat mencakup berbagai jenis organisasi seperti kelompok advokasi yang melobi perubahan kepada politisi, lembaga think tank yang mengajukan alternatif kebijakan, partai politik yang mengajukan kandidat pada pemilihan umum, dan kelompok teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Dalam pengertian yang lebih luas, suatu organisasi politik dapat pula dianggap sebagai suatu sistem politik jika memiliki sistem pemerintahan yang lengkap. Organisasi politik merupakan bagian dari suatu kesatuan yang berkepentingan dalam pembentukan tatanan sosial pada suatu wilayah tertentu oleh pemerintahan yang sah. Organisasi ini juga dapat menciptakan suatu bentuk struktur untuk diikuti. 6.ORGANISASI SOSIAL Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. 7.ORGANISASI MAHASISWA Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas-kampus. Sebagian organisasi mahasiswa di kampus Indonesia juga membentuk organisasi mahasiswa tingkat nasional sebagai wadah kerja sama dan mengembangkan potensi serta partisipasi aktif terhadap kemajuan Indonesia, seperti organisasi Ikahimbi dan ISMKI. Di luar negeri juga terdapat organisasi mahasiswa berupa Perhimpunan Pelajar Indonesia, yang beranggotakan pelajar dan mahasiswa Indonesia. 8.ORGANISASI OLAHRAGA Organisasi olahraga adalah organisasi yang berisikan berbagai macam cabang olahraga. 9.ORGANISASI SEKOLAH Organisasi sekolah adalah organisasi yang dibentuk atas inisiatif siswa maupun guru disuatu sekolah , seperti OSIS , koperasi sekolah,dll. 10.ORGANISASI NEGARA Organisasi negara adalah struktur goverment pemerintahan di suatu negara yang menentukan jalanya pemerintahan dengan lancar. STRUKTUR ATAU SKEMA ORGANISASI Gambar struktur organisasi vertical gambar organisasi lingkaran gambar organisasi piramid

04.Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen Organisasi Dan Tata Kerja

04. Hubungan Timbal-balik antara manajemen, Organisasi dan Tata Kerja. 1. 1. Pengenalan Terhadap Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja Pengertian manajemen adalah proses kegiatan dan pendayagunaan sumbersumberserta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan. Istilah organisasi dapat diartikan sebagai : Wadah sekelompok manusia untuk saling bekerja sama Proses : pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien. Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah : Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan. Sedangkan, tata kerja merupakan cara untuk melaksanakan kegiatan itu dengan benar dan berhasil sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia guna mencapai tingkat efisiensi yang maksimal. 2. Fungsi Manajemen Organisasi Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manajer) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya. Kegiatan manajemen dan aplikasinya dalam organisasi dan metode: a. Planning (perencanaan) Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya. Planning merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik dan sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan. Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi diantaranya dalah rencana-rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan, teknis pelaksanaannya bisa melalui rapat-rapat, seperti: • Rapat Kerja (pengurus organisasi) yang membicarakan rencana-rencana kerja pengurus serta kegiatan anggota yang akan dilakukan dengan satu atau lebih target yang akan dicapai. • Rapat Anggaran, untuk menentukan berapa jumlah anggaran yang diperlukan untuk mendukung kerja organisasi atau untuk suatu event / kegiatan (wujudnya daftar RKA) atau proposal kegiatan. b. Organizing (pengorganisasian) Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi -fungsi tersebut secara tepat. Organizing dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat. Yang harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara obyektif. Dalam hal pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan & diwujudkan adalah : • Struktur Organisasi yang mampu menunjukkan bagaimana hubungan (relationship) antara organisasi/bagian/seksi yang satu dengan yang lain. • Job Description yang jelas yang mampu menjelaskan tugas masing-masing bagian. • Bentuk Koordinasi antar bagian dalam organisasi (misal. Rapat Koordinasi antar bagian, Rapat Pimpinan antar Organisasi, dll) • Penataan dan Pendataan Arsip & Inventaris Organisasi harus diatur dan ditata dengan baik administrasi organisasi, seperti surat masuk, surat keluar, laporanlaporan, proposal keluar, data anggota, AD/ART, GBHK, presensi, hasil rapat, inventarisasi yang dimiliki, perangkat yang dipinjam dll. c. Motivating (pendorongan) Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai. Motivating mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan pemberian tunjangan, penyediaan fasiliatas yang lengkap dan sebagainya. d. Accounting (pelaporan) Pelaporan merupakan unsur wajib yang harus dilakukan untuk menunjukkan sikap & rasa tanggung jawab dari pengurus kepada anggotanya ataupun kepada struktur yang berada diatasnya. Wujud kongkritnya adalah : • Progress Report (Laporan Pengembangan Kegiatan) atau • Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kegiatan e. Controlling (pengendalian) Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan. Controlling sangat penting untuk mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah dilaksanakan sehingga dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tindak lanjut, sehingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya. 3. Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula. Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk : 1. Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber daya dan waktu yang tersedia 2. Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam prose pencapaian tujuan 3. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat. Jadi hubungan antara manajemen, organisasi dan tata kerja dapat dilukiskanseperti di bawah ini. 1. Manajemen : proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antarmanusia; 2. Organisasi : alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama. 3. Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien. Manajemen, organisasi dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien.

03.Hubungan Antara Manajemen Organisasi Dan Tata Kerja

03.Hubungan antara Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja MANAJEMEN Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.Dalam mencapai tujuannya kegiatan manajemen harus dapat menyatukan tenaga,uang,metode,bahan,mesin dan keahlian pemasaran serta segala fasilitas lainnya yang dibutuhkan,sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai dengan efektif. ORGANISASI Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya. TATA KERJA Tata Kerja merupakan cara pekerjaan dengan benar dan berhasil untuk mencapai tingkat efisien yang maksimal dengan mempertimbangkan tujuan, fasilitas, tenaga kerja, waktu dan lain-lain yang tersedia. HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN,ORGANISASI dan TATA KERJA Jadi dapat disimpulkan Hubungan Antara Manajemen,Organisasi dan Tata Kerja adalah Manajemen adalah suatu proses yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut di perlukan ada nya suatu organisasi dan suatu tata kerja untuk mengatur jalan nya organisasi dengan baik agar mendapatkan tujuan yang maksimal. Hubungan Timbal balik antara Manajemen, Organisasi dan tata kerja a. Manajemen dan Organisasi Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbale balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain. Untuk dapat mencapai tujuan terasebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi. b. Manajemen dan Tata Kerja Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula. Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk : a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia. b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan. c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat. Jadi hubungan antara manajemen dan tat kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan. Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia. c. Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut : a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia. b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama. c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien. Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan. Fungsi Satuan Organisasi dan Metode Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: a. Sebagai wadah : tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan. b. Sebagai proses : memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang menjadi anggota organisasi tersebut : 1. hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen. 2. hub. informal = mempunyai 3 peranan : 1) sarana komunikasi. 2) mengatur jalannya kerja 3) kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut. c. Sebagai sistem : 1. sistem sosial (antar sesama manusia). 2. sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral untuk tercapainya suatu tujuan). 3. sistem komunikasi (sistem tata saluran/arus informasi dalam organisasi).

02.Pengertian Organisasi Dalam Pendidikan

02.Pengertian Organisasi Pendidikan • Pendidikan sebagai organisasi adalah sistem dari kegiatan manusia yang bekerja sama. Atchison dan Winston W. Hill ,dalam bukunya “management today”, mengatakan, “Organisasi adalah sistem yang dipolakan orang untuk melaksanakan tujuan atau untuk mencapai sasaran.” Berikut ini beberapa pengertian hal yang terkait dengan pengorganisasian. Sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungan nya. • Bagan organisasi. Suatu gambar struktur organisasi yang formal, dimana dalam gambar tersebut ada garis-garis yang menunjukkan kewenangan dan hubungan komunikasi formal yang tersusun secara herarkis. Untuk menglengkapi definisi di atas, organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih yang membentuk kerja sama dalam suatu wadah untuk mencapai suatuvisi, misi, dan tujuan bersama secara efektif dan efisien. Suatu organisasi harus memenuhi beberapa prinsip umum. • Organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas dan kesamaan pandangan seluruh personal yang terlibat didalamnya Organisasi harus mempunyai pimpinan yang mampu mengarahkan para anggotanya dan mendelegasikan tugas, wewenang, dan tanggung jawab kepada mereka sesuai dengan bakat, pengetahuan dan kemampuan mereka. • Organisasi memiliki struktur organisasi yang disusunsesuai dengan kebutuhan sehingga batasan wewenangpekerjaan antar personal menjadi jelas. Berdasarkan beberapa definisi dan prinsip umumdi atas, dapat dipahami bahwa sedikitnya ada tiga halpenting yang harus dimiliki suatu organisasi. Pertama,adanya visi, misi, dan tujuan. Kedua, untuk mencapaitujuan maka, setiap organisasi perlu menyusun danmemiliki program, dan menentukan metode bagaimanaprogram itu dapat dilaksanakan. Ketiga, setiaporganisasi akan memiliki pimpinan atau menejer yangbertanggung jawab terhadap organisasi dalam mencapaitujuan. • Aspek-Aspek Organisasi Organisasi dapat dilihat dua aspek.Pertama, aspek struktur organisasi. Aspek ini meliputi Pengelempokan secara formal Bagan organisasi Kedua, aspek proses perilaku. Setelah strukturorganisasi diisi dengan manusia / orang, maka terjadiproses perilaku. Proses perilaku adalah aktivitaskehidupan dalam struktur organisasi, antara lain meliputi: Komunikasi,Pembuatan keputusan,Motivasi,kepemimpinan • Organisasi Formal dan Organisasi Informal Organisasi formal adalah organisasi yang denganpenuh kesadaran dan dengan sengaja dibentuk , dimanadi dalamnya terdapat suatu sistem dan hierarkihubungan, wewenang, tugas, dan tanggung jawab paraanggota demi terlaksananya suatu kerja sama dalamrangka tercapainya tujuan. Sedangkan informal timbul dengan tidak sengaja.Organisasi ini muncul tidak karena ditentukan olehperaturan-peraturan, melainkan dengan spontanterwujud karena: (a) persamaan kebutuhan, hobi, danlain-lain. (b) persamaan asal daerah, persamaan alumnisuatu universitas, pondok pesantren, dan lain-lain.Organisasi informal merupaka kelompok yang tidakresmi tetapi memengaruhi kehidupan dan aktivitasperorangan. • Fungsi Organisasi Organisasi memiliki beberapa fungsi antara lain:a) Menerapkan bidang-bidang kerja, metode dan alat yang dibutuhkan, serta personal yang dibutuhkan.b) Membina hubungan antara personal yang terlibat, tanggung jawab, wewenang, hak dan kewajiban mereka sehingga mempercepat tercapainya tujuan organisasi.5. Azas-Azas Organisasi Organisasi mempunyai 13 Azas diantaranya:1) Azas kejelasan tujuan2) Azas pembagian tugas3) Azas fungsional4) Azas pengembangan jabatan fungsional5) Azas koordinasi • Azas kesinambungan7) Azas kesederhanaan8) Azas keluwesan9) Azas akordion10) Azas pendelegasian wewenang11) Azas rentang kendali12) Azas jalur dan staf13) Azas kejelasan dalam pembaganan Sementara menurut Hadari Nawawi, azas-azas dalam organisasi pendidikan adalah:1) Organisasi harus profesional2) Pengelompokan kesatuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja3) Organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab • Organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol5) Organisasi harus mengandung kesatuan perintah6) Organisasi harus fleksibel dan seimbang6. Struktur Organisasi Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur organisasi antara lain:a) Tujuan organisasib) Teknologi yang digunakanc) Manusia yang terlibatd) Besar kecilnya organisasi7. Unsur-Unsur Struktur Organisasia) Spesialisasi kegiatan-kegiatanb) Standar disasi kegiatan-kegaiatanc) Koordinasi kegiatan-kegiatand) Sentralisasi dan disentralisasi • Hierarki dalam OrganisasiAspek-aspek hierarki meliputi:a) Lini dan stafb) Rentang kendalic) Panitia dan satuan tugas 1) Komite 2) Satuan Tugas9. Bentuk-Bentuk Organisai a) Organisasi Lini Organisasi ini adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dan bawahan. • Ciri-ciri utama organisasi lini adalah:1) Jumlah karyawan relatif sedikit2) Organisasi relatif kecil3) Karyawan saling mengenal dan akrab4) Belum ada spesialisasi kerja Kebaikan organisasi lini adalah:1) Perintah dan komando berjalan lancar2) Keputusan dapat diambil dengan cepat3) Solidaritas karyawan sangat tinggi Kelemahannya yaitu:1) Kemampuan pemimpin sangat berpengaruh / berperan penting2) Pemimpin cenderung otoriter3) Perkembangan individu / staf terbatas • Organisasi Fungsional Organisasi funsional adalah suatu organisasidimana pimpinan tertinggi melimpahkan wewenangkankepada kepala unit struktural yang memimpin kelompokyang menduduki jabatan fungsional. Kelebihan organisasi model fungsional ini adalah:1) Adanya spesialisasi tugas yang jelas2) Atasan adalah ahli dibidang fungsinya3) Karyawan didayagunakan semaksimal mungkin sesuai dengan spesialisasinya Kelemahannya adalah:1) Koordinasi agak sulit karena bawahan mempunyai beberapa atasan2) Pengambilan keputusan agak terhambat karena ditentukan oleh top management3) Sulit mencari seorang spesialis • Organisasi lini dan staf Dalam organisasi lini dan staf ada perbedaanantara unit pelaksana tugas pokok (lini) dan unitpenunjang (staf). Hal itu dapat dijelaskan sebagaiberikut:1) Organisasi yang besar dan kompleks memerlukan staf untuk membantu pimpinan atau manajer2) Staf merupakan para ahli dalam bidang tertentu yang bertugas membantu menejer mengambil keputusan3) Perintah kepada bawahan diberikan oleh pimpinan. Bukan staf. Kecuali, apabila staf mendapat wewenang dari menejer untuk memberi perintah kepada bawahan • Kelebihan:1) Dapat ditetapkan diorganisasi besar maupun kecil2) Ada pembagian tugas diantara pimpinan dan bawahan karena adanya staf3) Keputusan dapat diambil secara baik karena adanya bantuan staf Kelemahan:1) Rasa silidaritas berkurang karena besarnya organisasi2) Kadang-kadang perintah agak kabur karena kurang jelas3) Pelaksanaan pekerjaan agak terlambat bila koordinasi staf kurang baik. • Organisasi lini dan fungsionalSuatu bentuk organisasi di mana pimpinan tertinggimelimpahkan wewenangnya kepada para pejabatfungsional. e. Organisasi Gabun ganOrganisasi gabungan merupakan perpaduan dari ketigabentuk organisasi yang meliputi:1) Struktur organisasi lini2) Struktur organisasi fungsional3) Struktur organisasi lini dan staf f. Organisasi MatriksStruktur bentuk organisasi matriks adalah bentukorganisasi yang paling mutakhir dan gabungan dariberbagai bentuk organisasi yang sudah ada sebelumnya. • Inti organisasi matriks adalah mengombinasikanpola-pola fungsional dan hasil yang akan dicapai dalamkegiatan produksi/jasa/proyek. keunggulan utamanya adalah keluwesanmenghadapi setiap permasalahan dan mudahnya untukmelakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungankarena berfungsinya pola koordinasi antar-bagian yangefektif, sehingga setiap permasalah dapat didekati darisisi fungsioanal dan sisi produk. kelemahannya adalah karena ia memiliki“pimpinan ganda” maka setiap menejer mempunyai dualisme pertanggung jawaban. • Sekolah sebagai Organisasi Sekolah adalah organisasi sosial yangdiselenggarakan dan dirancang sedemikian rupa yangmengutamakan kegiatannya dalam bidang pendidikanuntuk mencapai tujuan pendidikan secaranasional, regional maupun institusional.D. Sekolah sebagai Organisasi Hidup Organisasi menurut Janet M. Kraegel dalamNdraha, merupakan organisme hidup. Artinya, bersama-sama dengan unsurjasmani (anatomik) berupaadministrasi yang menggambarkan wujudlembaga, unsur jiwa (fisiologik) berupa menejemenyang menjadi tenaga gerak dari dalam, dan unsur ruhsebagai sumber gerak berupa kepemimpinan serta unsurtingkah laku (behavioral) berupa kegiatan dan budayasekolah menjadi organisme hidup. • Sekolah sebagai organisme dapat tumbuh danberkembang. Pertumbuhan dan perkembangan sekolah,sebagaimana dikatakan oleh Kraegel dalam Ndraha,didorong oleh antara lain lain paham holisme. Paham inimengajarkan bahwa keseluruhan (the whol) lebih darijumlah bagian-bagian. Artinya, para penyelenggara danpengelola sekolah cenderung memperbesar sekolah sebagaiorganisasi antara lain melalaui penambahan jumlah murid,kelas, guru, pegawai dan sarana prasarana, penambahanjurusan maupun program studi, penambahan danpengembangan aktivitas sekolah. untuk mempertahankan hidup dan kemampuanberkembang, maka setiap sekolah harus berjuang,sebagaimana konsep teori Darwin, apa yang ada di duniabukan merupakan takdir tetapi keadilan. Seluruh mahlukhidup termasuk sekolah mempunyai musuh-musuh. • E. Perjuangan Hidup Sekolah Bagian penting kegiatan menejemen pendidikanadalah perjuangan hidup sekolah. Mengingat hidup danmatinya sekolah, mundur dan majunya sekolah jugasangat tergantung pada perjuangan hidup para pengelolasekolah. Perjuangan agar sekolah tetap hidup, eksis danterus berkembang inilah yang merupakan kegiatanmenejemen. Menurut Darwin, apa yang ada di dunia bukanmerupakan takdir tetapi keadilan. Bentuk kehidupanyang lebih baik akan tumbuh terus mencapai yang lebihtinggi. Alam tidak peduli dengan kepunahan. Alam tidakmenghasilakn sedikit dan melindunginya dengan hati-hati. Alam memproduksi dalam jumlah banyak dansedikit saja yang dilindungi. Hal ini merupakan hukumalam. • Perjuangan hidup lembaga pendidikan jugasemakin kuat ditingkat perguruan tinggi. Misalnya, padatahun 2006 di kota Malang terdapat 40 perguruan tinggi(PT). Setiap PT ingin mendapatkan 1000 mahasiswabaru setiap tahun, padahal calon mahasiswa yang datangke Malang hanya ada 20.000. Maka, terjadilahperjuangan, persaingan, bahkan perebutan untukmendapatkan mahasiswa. • Ada enam dalil menurut teori Evolusi Darwinyang harus diterapakn dalam strategi menejemenpengembangan lembaga pendidikan dalam berbagaijenis maupun jejangnya, yaitu:1. Pertumbuhan2. Reproduksi3. Warisan4. Keragaman atau Bercorak5. Pejuangan Hidup6. Yang terkuat yang dapat bertahan • F. Perubahan Bagian Pejuangan Sekolah Sebagai organisasi hidup, maka konsekuensinyasekolah selalu mengalami dinamika baik berupaperkembangan maupun perubahan. Teori perubahanorganisasi dilatarbelakangi pada konsep bahwaorganisasi tergantung pada dan harus berinteraksidengan lingkungan luar demi kelangsungan hidupnya.Faktor internal yang mempengaruhi cara organisasimelakukan aktivitasnya, juga merupakan kegiatan untukperubahan, yang didukung oleh change agent(pemimpin) yang mumpuni. • Seperti yang diungkapakan Drucker dalamStoner, terdapat banyak sekali corak kekuatan eksternaluntuk perubahan. Demikian pula banyak faktoreksternal yang mendorong sekolah sebagai lembagasosial maupun pendidikan melakukan perubahan, antaraalain pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sistemperundang-undangan yang mengatur penyelenggaraandan pengelolaan pendidikan, perubahan peranan sekolahdalam masyarakat serta pergumulan sekolah di eraglobal. Program perubahan selalu diperlukan karenapergerseran dalam waktu dan hubungan yang terjadidiseluruh organisasi dunia. • Menurut Lewin dalam Stoner, chage agent perlumelakukan proses perubahan sebab ia seringkalimenghadapi dua tantangan besaer. Pertama, ia tidakmampu mengubah sikapatau perilaku yang sudahtertanam sejak lama. Kedua, perubahan itu hanyaberlangsung singkat, setelah melalui periode singkatdalam usahanya dengan cara yang lain, individu tersebutkerap kembali kepada pola perilakunya yang tradisional. Untuk mengatasi rintangan-rintangan semacamitu, Lewin yang kemudian dilanjutkan oleh Edgar H.Schien dan kawan-kawan, dalam Stoner dkk.Mengembangkan model tiga langkah secara berurutandalam proses perubahan. Model itu diantaranya: • 1) Pencairan (unfreezing)2) Pengubahan (changing)3) Membekukan kembali (refreezing) Bedasarkan teori perubahan di atas, agar sekolahtetap survive, maka setiap pengelola sekolah harusmelakukan program untuk melakukan perubahan dalamlembaga sekolahnya, baik berupa perubahan kecil yangdilakukan setiap setahun sekali dan perubahan yangdilakukan tiap lima tahun sekali. Namun dalamrealitasnya melakukan perubahan di sekolah tidakmudah, karena sekolah sering terjebak pada budayakerja rutinitas sebelumnya yang sudah berurat akar dandianggap benar. • Klasifikasi Organisasi Pendidikan Untuk mempermudah bahasan ini, penulismengambil istilah sekolah sebagai sampelnya. Jikadilihat dari sudut mutu penyelenggaraanpendidikannya, sekolah dapat dibagi menjadi limakelompok:1)Sekolah bermutu sangat rendah2)Sekolah bermutu rendah3)Sekolah bermutu sedang4)Sekolah bermutu atau maju5)Sekolah unggul Pengelompokan sekolah berdasarkan mutupenyelenggaraan pendidikan di atas tentunyamenyampingkan penilaian yang di dasarkan jumlahmurid. Selama jumlah murid mencapai standar

01.pengertian Organisasi Dalam Masyarakat

01 Pengertian Organisasi Dalam Masyarakat Organisasi adalah sekelompok individu yang berkumpul dalam suatu wadah untuk mencapai tujuan yang sama ,organisasi itu sebuah wadah yang menampung aspirasi ,cita cita ,harapan orang-orang. Organisasi memiliki karakter tersendiri, jati diri, sejarah, kisah, suka, sedih, cita-cita,aspiras harapan orang banyak .Sebenarnya bagi orang dewasa sudah tidak awam dengan yang namanya organisasi ,dari sd ,smp ,rt,rw,dan bahkan lingkungan keluarga bisa di sebut organisasi. Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi: a. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi. b. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: • Dapat memperbesar kemampuannya • Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi. • Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun. Organisasi bisa juga disebut kumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan. Kesamaannya itulah yang menyebabkan masing-masing individu, yang pastinya berbeda, mau bergabung dan menjadi anggotanya. Kesamaan bisa disebabkan kepentingan yang sama, cita-cita, harapan dan satu tujuan. Ketika bergabung menjadi anggota organisasi tertentu tidak lagi sebuah paksaan. Anda bebas memilih, ingin bergabung atau tidak Ada beberapa hal yang harus kita sadari dalam berorganisasi. Bahwa organisasi ini milik banyak orang, semua anggota, bukan milik pengurus atau ketua. Sedemikian banyak orang yang memiliki karakter, sifat, bahasa, kebiasaan yang berbeda memberi kita kesempatan belajar jenis-jenis manusia.seutuhnya organisasi dapat memberi manfaat bagi banyak orang, dan Anda merasa mampu memperbaikinya, sebaiknya Anda tetap bertahan. Seringkali organisasi ditangani secara salah, dan mungkin Anda orang yang terpilih untuk berperan lebih. Apa yang saya tahu, tidak ada usaha yang sia-sia. Membangun organisasi, sejatinya juga membangun kepribadian Anda.  Tujuan Sebuah Organisasi Dalam Masyarakat Tujuan organisasi merupakan suatu harapan yang diinginkan dalam sebuah organisasi sesuai dengan misi dan visi pada organisasi tersebut demi kesejahteraan seluruh anggotanya.Setiap organisasi juga harus punya arah ,mau dibawa kemana organisasi ini ,dan juga harus punya visi dan misi. Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh organisasi. Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan visi, sebagai bagian dari perencanaan strategis, merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi. Visi tidak hanya penting pada waktu mulai berkarya, tetapi juga pada kehidupan organisasi itu selanjutnya. Kehidupan organisasi sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karenanya, visi organisasi juga harus menyesuaikan dengan perubahan tersebut.Pada hakekatnya tidak ada visi organisasi, yang ada adalah visi-visi pribadi dari anggota organisasi. Namun kita harus mampu merumuskan gambaran bersama mengenai masa depan, berupa komitmen murni tanpa adanya rasa terpaksa. Visi adalah mental model masa depan, dengan demikian visi harus menjadi milik bersama dan diyakini oleh seluruh anggota organisasi. Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana melakukannya.Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal organisasi dan mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa mendatang.  Prinsip Prinsip Dari Sebuah Organisasi Dalam Masyarakat Ada beberapa prinsip dari sebuah organisasi yaitu : 1. Bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas,ini hal mutlak yang harus dimiliki sebuah organisasi ,mau dibawa kemana suatu organisasi ini ,sehingga organisasi harus punya misi dan visi yang jelas agar tidak berhenti di tengah jalan . 2. Bahwa harus ada kepemimpinan,hal ini penting agar sebuah organisasi dapat berjalan di bawah koordinasi ,perintah ,pengawasan yang tepat 3. Bahwa harus ada pembagian pekerjaan,ya hal ini penting karena organisasi terdiri dari berbagai struktur anggota didalamnya ,dan setiap anggota mempunyai tugas masing masing 4. Bahwa organisasi harus ada tanggung jawab ,sebuah organisasi merupakan tanggung jawab semua elemen didalamnya ,bukan hanya tanggung jawab ketua/pemimpin ,tapi merupakan tanggung jawab bersama  Contoh Organisasi Dalam Masyarakat 1. BisMania Comunity contoh organisasi yakni BMC BisMania Community,, organisaisi ini bukan hanya pecinta bis saja, namun kita semua disini saling sharing mengenai perkembangan dari sebuah perusahaan otobus di indonesia. BMC juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kembali menggunakan jasa transportasi semisal bis, kita berusaha untuk mengubah cara berfikir masyarakat tentang kriminalitas yg ada di terminal-terminal maupun tempat umum lainnya. Kalau saja semua masyarakat kita menggunakan transportasi umum, saya jamin tidak akan terlalu parah kemaceatan yang trjadi di IbuKota kita ini. Selain mengurangi kemacetan kita juga dapat mengurangi emisi gas buang dan mengurangi bahanbakar yang sekarang sudah berkurang. Dibulan Ramadhan kemarin mereka mengadakan buka bersama di pool Harapan Jaya yang terletak di jalan raya caglak, dekat dengan RS. Pasar Rebo. Bukan hanya sekedar buka bersama saja, kami juga disini menggalang dana seikhlasnya untuk menbagi-bagikan takjil diterminal Rawamangun, Poris, dan Lebakbulus. Bukan hanya itu saja peranan BMC kepada masyarakat, pada arus mudik kemarin kami semua anggota yg sempat dan mampu membantu para pemudik yang kebingungan setelah tiba diterminal bungurasih (Surabaya)dan para bisamania juga membantu para pemudik untuk membawakan barang bawaannya ketempat yang aman.  Peranan Organisasi Dalam Masyarakat Suatu organisasi mempunyai arti penting dalam masyrakat , karena organisasi dapat membantu/mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam lingkungan & kehidupannya,organisasi bisa sebagai pendukung proses sosialisasi yang berjalan di sebuah lingkungan bermasyrakat ,yang paling utama organisasi merupakan tempat /wadah aspirasi dari seklompok individu yang berbeda beda contohnya adalah komunitas pecinta bus ,yaitu bismania community ,komunitas ini merupakan seuatu wadah tempat berkumpul ,sharing ,para penggemar bus dari seluruh penjuru indonesia .organisasi juga bisa dapat digunakan sebagai tempat pengontrolan /pengawasn terhadap kebijakan kebijakan dan kerja dari sebuah pemerintahan yang sedang berjalan .atau bisa disebut organisasi berbasis politik .organisasi bisa menjadi penyokong dalam suatu pemerintahan . Maka dari itu , banyak yang bisa kita dapatkan dari sebuah organisasi. Kita dapat menuangkan ide positif , aspirasi kita ,dan dengan organisasi kita bisa mendpatkan arti pentingnya kebersamaan dalam mencapai sebuah tujuan bersama . Organisasi merupakan suatu wadah untuk mencapai tujuan yang sama,organisasi mempunya tujuan ,visi dan misi yang jelas ,organisasi memegang pernanan penting dalam suatu masyarakat ,karena organisasi dapat membantu/mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam lingkungan & kehidupannya,organisasi bisa sebagai pendukung proses sosialisasi yang berjalan di sebuah lingkungan bermasyrakat.Organisasi bisa juga disebut kumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut. • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama. • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Metode dalam masyarakat: 1. Adanya komunikasi antar sesame 2. Adanya rasa peduli 3. Adanya rasa tolong menolong 4. Adanya rasa berpartisipasi untuk melakukan hal positif 5. Adanya rasa tengang rasa. 6. Tidak menjelek jelekan satu sama lain.  Sejarah Organisasi Masyarakat Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut. • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama. • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti, pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.  Dasain Oraganisasi formal dan informal Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani. Yang berarti alat, tools. Desain organisasi (organizational design) merupakan proses memilih dan mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk mengelola sumber-sumber untuk mencapai tujuan. Sasaran desain organisasi adalah menggunakan struktur yang memberikan fasilitas pengimplementasian strategi. Desain organisasi dapat juga dinyatakan sebagi proses pembuatan keputusan yang dilakukan oleh manajer untuk memilih struktur organisasi yang sesuai dengan strategi untuk organisasi dan lingkungan tempat anggota organisasi melaksanakan strategi tersebut. Desain organisasi menuntut manajer untuk melihat secara bersamaan ke dalam organisasi dan ke luar organisasi. Ada empat bagian untuk membangun desain organisasi, yaitu pembagian kerja, departementalisasi, hirarki dan koordinasi. Dalam pengembangan desain organisasi ada dua hal yang penting; pertama perubahan stratgei dan lingkungan berlangsung dengan berlalunya waktu, desain organisasi merupakan proses yang berkelanjutan. Kedua, perubahan dalam struktur termasuk mencoba dan kemungkinan berbuat salah dalam rangka mensyusun desain organisasi. Manajer hendaknya memandang desain organisasi sebagai pemecahan masalah dan mengikuti tujuan organisasi dengan gaya situasional atau kontingensi,yaitu struktur yang ada didesain untuk menyesuaikan keadaan organisasi atau sub unitnya yang unik. 1. Organisasi Formal Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya. 2. Organisasi Informal Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain. Salah satu bagian penting organisasi adalah pengelompokkan informal dan hubungan-hubungan pribadi yang dapat lebih berpengaruh dibanding dengan hubungan formal seperti yang ditunjukkan bagan organisasi. Argiyris mengemukakan empat bidang utama dimana bidang organisasi formal dan informal berbeda : 1. Hubungan-hubungan antar pribadi. Hubungan-hubungan antar pribadi didalam organisasi formal digambarkan jelas, sedangkan dalam organisasi informal tergantung pada kebutuhan-kebutuhan mereka. 2. Kepemimpinan. Para pemimpin dirancang dan ditentukan dalam formal serta muncul dan dipilih dalam informal. 3. Pengendalian perilaku. Organisasi formal mengendalikan perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan. 4. Ketergantungan. Karena kapasitas pemimpin formal terletak pada penghargaan dan hukuman, bawahan-bawahan lebih tergantung dari pada para anggota suatu kelompok informal. Walaupun ada perbedaan tersebut adalah suatu kesalahan bila menganggap kelompok formal dan informal sebagai dua kesatuan organisasi yang terpisah. Keduanya hidup bersama dan tidak dapat dipisahkan setiap organisasi formal selalu mempunyai organisasi informal dan setiap organisasi informal brkembang dalam berbagai tinkatan formal. 1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)‏ Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. a. Teori Birokrasi Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. b. Teori Administrasi Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika. Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah : - Pembagian kerja (division of work) - Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility) - Disiplin (discipline) - Kesatuan perintah (unity of command) - Kesatuan pengarahan (unity of direction) - Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi - Balas jasa (remuneration of personnel) - Sentralisasi (centralization) - Rantai scalar (scalar chain) - Aturan (oreder) - Keadilan (equity) - Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel) - Inisiatif (initiative) - Semangat korps (spirit de corps)

Jumat, 19 April 2013

31.jenuh

saat cinta dan rasa tak bisa di paksa mungkin saat itu dia sudah lelah untuk ada di genggaman maka saat itu lah kita harus siap untuk melepasnya kapan pun saat nya.. saat rasa itu pergi jangan kau berharap untuk kembali karena tak akan mungkin.. dirimu yang membiarkan ku terbiasa tanpa sayang dari mu dirimu yang membiarkan ku merasakan nya sendiri dirimu yang membiarkan ku merasakan jenuh yang kau beri..